|
Program Kader Mandiri |
|
||||||
|
pkm Program Kader Mandiri
Click below to translate in English or Arabic
|
Artikel: Merubah Kesulitan Menjadi Prestasi
Bu Arifin bertanya "Gimana ya, anak saya si Erwin baru bisa naik motor kok sudah ngebut di jalan, saya takut ada apa-apa".
Lain lagi cerita Pak Jono "Uuuh.. si Dodi itu tiap hari berkelahi, ya bilang ngebela si inilah ngebela si itulah dan herannya, kok di nggak kapok-kapok badannya biru-biru karena hasil pembelaan-nya kepada orang lain".
Kita sering kali terjebak dalam kondisi seperti di atas, yaitu mengeluhkan keadaan yang kita hadapi. Padahal kalau saja kita cermati sebetulnya ada hal positif yang bisa kita lakukan untuk merubah kondisi diatas (Kesulitan/ masalah/ problema) menjadi satu prestasi bagi kita sebagi orang tua dan juga prestasi anak kita sebagai orang yang menjadi sumber masalah.
Saya (penulis) memiliki satu gagasan yang mungkin dianggap gila, gak bener atau apa sajalah. Tapi yang jelas dari setiap hal negatif yang kita alami pasti ada hal positif yang tersembunyi didalamnya.
Anggap saja Erwin dan Dodi adalah contoh dari sumber hal negatif yang anda alami. Dari cerita kita bisa menarik sedikit kesimpulan bahwa kedua orang tua mereka merasa terbebani dengan perilaku anak-anaknya. "BEBAN" itulah yang terlintas di fikiran dua orang tua mereka. Sekarang bagaiman caranya agar 'Beban ini bisa kita redakan dan dirubah menjadi hal yang membanggakan bagi kedua belah pihak - orang tua maupun anak-anaknya.
Saya akan menyarankan solusi yang lain dalam kasus diatas dengan menggunakan rumus M-T-K-P. M = Masalah T = Tantangan K = Kesempatan P = Prestasi Maksud rumus diatas adalah Masalah harus dirubah menjadi Tantangan. tantangan harus dirubah menjadi Kesempatan. kesempatan harus dirubah menjadi Prestasi.
break dulu..... jam 10:11 pagi mau meeting dulu...
Saya teruskan lagi... Dodi dan Erwin mempunyai kelebihan yang tidka disadari orang tuanya yaitu: "KEBERANIAN" yang jarang dimiliki orang lain, survey mengatakan bahwa kebanyakan orang Amerika (sebagai negara Adidaya) paling "TAKUT" untuk berbicara didepan orang banyak ('kok aneh ya!') - tapi jangan anda bayangkan dan bandingkan dengan hebatnya 'oprah winfrey.
Lalu apa kaitannya dengan kasus diatas: Okelah kalo begitu..... Keberanian Erwin dan Dodi adalah satu bakat (=talent dalam bahasa inggris) yang harus di anggap 'Energi postive yang siap diluncurkan. Jadi ini adalah "Tantangan" kita untuk menyalurkannya. Pada Fase inilah,ketika anda menganggap keberanian Erwin dan Dodi adalah Bakat bukan beban maka anda telah merubah pandangan (Paradigma) dari masalah menjadi tantangan.
Nick adalah direktur Life without limbs, sebuah yayasan non profit yang dimulainya saat usia 17 tahun. Nick bekerja keras di sela-sela masa SMA nya sehingga bisa tamat dengan 2 gelar sarjana Keuangan dan Perencanaan keuangan pada usia 21 tahun.
Saat ini Nick sudah menjadi pembicara motivasi internasional dan telah berbicara kapada lebih dari 3 juta orang di 24 negara di seluruh benua. Atau anda pernah melihat juara-juara Britain's got talent seperti Susan Boyle dan Paul pott, yang sangat diremehkan di awal, dan menjadi juara di ajang lomba bakat se inggris raya. Ketiga orang ini adalah contoh-contoh positif manusia yang bisa merubah kesulitan menjadi tantangan dan akhirnya memberi kesempatan berprestasi.
Kembali ke awal pembicaraan kita-setelah kita mampu merubah paradigma 1) Merubah Kesulitan menjadi tantangan mari kita lanjutkan ke langkah 2) Merubah tantangan menjadi kesempatan berprestasi............. (break lagi-mengisi kelas pelatihan)
Oke kita teruskan dengan langkah ke-2 merubah tantangan menjadi kesempatan. Seberapa besarkah kita punya kesempatan untuk berbuat satu hal yang besar?-- menjadi juara misalnya. Hmmm.... rasanya tidak setiap saat. Nah, kembali tugas kita adalah merubah paradigma tantangan tersebut menjadi kesempatan dengan cara:
Ingat apa yang kita fikirkan itulah yang biasanya terjadi, jadi bila anda berfikir Erwin akan celaka karena suka ngebut, atau si Dodi jadi tukang berkelahi (preman, misalnya) satu saat jangan heran bila ini bisa terjadi. Jadi ciptakan opini/ imajinasi/ visualisasi dalam diri kita - bahwa Ewrin adalah juara balap motor se-INDONESIA, dan Dodi adalah juara Karate/ Tinju/ Pencak Silat Se-DUNIA.
Jadi positif, kan! lalu kita petakan kelebihan dan kekuranganya seperti contoh dibawah ini:
dan seterusnya...see? ternyata kita bisa menarik sedikit kesimpulan dari kondisi yang ada. Tinggal memoles dan mengarahkan kelebihan 2 anak tersebut diatas maka kita sudah hampir mencetak calon juara lho!.
Hampir seluruh juara dunia punya sifat berani, kan? tidak sedikit orang-orang sukses juga berhasil karena senang mencoba hal baru; contohnya Thomas Alva Edison baru bisa menemukan bola lampu setelah berpuluh-puluh kali gagal.
Dan anda tahu bahwa masa kecilnya Edison dianggap anak yang BODOH (problem/ kesulitan/ masalah) oleh sekolahnya sehingga ibunya memberhentikannya dari sekolah dan mengajarinya sendiri. Akhirnya Edison bisa menemukan mesin telegraf (1870), Gramofon (1877), Lampu listrik (1879) dan 1093 penemuan dengan hak paten namanya.
Kita kembali ke pembahasan Erwin dan Dodi, kekurangan mereka berdua adalah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk memberikan pendekatan pribadi, memberikan contoh-contoh cerita dll. Cari jalan terbaik untuk meng-eliminasi kekuranganya, dan mulai fokus mencari peluang yang bisa diraih.
|
||||||
|
ŠProgram Kader Mandiri 2010 - http://www.baliblindstips.com/pkm.htm |
|||||||